Suka Duka menjadi OSIS 2014-2015

flashback when participate in OSIS

Menjadi seorang anggota OSIS termasuk dalam sederet impianku ketika menginjak bangku SMP. Yah, memang diawal tahun aku belum berhasil lolos mengikuti LDKS 2013, tapi alhamdulillah LDKS tahun berikutnya aku berhasil lolos. Saat itu aku sangat senang apalagi sahabatku juga ikut. Kita begitu sangat semangat. Tolong garisbawahi, sangat.
First Step.
ahya,, aku masih ingat jelas, LDKS indoor waktu itu. Bagaimana aku nekat berdiri-sendiri untuk mengajukan pertanyaan pada kakak kelas. Gugup rasanya. Tapi itu kulakukan agar mendapat nilai tambahan. Sudah jelas aku malu. Apalagi sampainya di antar jemput, hal itu diungkit ungkit. Duh, malu rasanya.
Begitu kartu LDKS ditempel, banyak sekali yang kulakukan. Ada satu kenangan jika bicara mengenai kartu LDKS.
Yap. benar. Lembur. Tidak hanya sampai jam 5, ataupun jam 6. Tapi sampai isya'. Di depan tangga putri. Tidak, aku tidak sendirian. Aku bersama Azza. Kita lembur mengerjakan kartu LDKS. Berdua. Dan hal itu terjadi dua kali.
Oh aku ingat. Betapa merepotkannya aku pada bapak saat itu. Untuk mencari kertas krem. Selembar kertas krem. Kata kakak kelas, kertas krem-yang langka itu beli nya di dekat Rumah Ketos. Dan singkat cerita, aku diantar bapak malam malam untuk mencari rumah Ketos. Akhirnya setelah nyasar nyasar begitu lamanya ke berbagai tempat, kudapatkan rumah ketos. Serta toko-nya. Dan gregetnya, ketika aku beli kertas krem, warnanya ternyata beda. Beda sekali. Rasanya greget. Sangat.
Second Step
                Oh ya. Di hari hari menjelang pengumpulan kartu LDKS, gosip mengenai kepindahan sahabatku benar benar terjadi. Dia benar benar harus pindah dan akibatnya dia tidak bisa mengikuti LDKS, menjadi anggota Remas, apalagi berdiri disampingku saat kelulusan nati. Dan sudah dipastikan, semangat yang tadinya membara itu padam seketika. Sedih rasanya.
Satu hal lagi. Aku merepotkan bapak tidak hanya untuk kertas krem. Tapi juga topi pancing. Setelah petualangan malam itu, di malam yang lain aku pergi beli topi pancing dan ternyata tokonya sudah tutup. Aku belum mendapatkan topi padahal besoknya sudah LDKS Outdoor. Dan singkat cerita, seorang penolong memberikan topi pancing untukku. Topi pancing yang dipakainya saat LDKS tahun lalu.
Terimakasih banyak bapak. Terimakasih juga Lala. Sudah menjadi penolongku J
Third Step
                LDKS selesai dengan baik baik saja. Dan tidak banyak kenangan saat itu.
Fourth Step
                Sekarang aku anggota OSIS.
                Sie Kesehatan. Cukup senang mendengarnya.
Alhamdulillah aku memiliki anggota sie yang baik baik. Dan penurut. Memang ada beberapa yang malas tapi tidak diluar kendali untungnya.
Kalau ditanya anggota inti yang ‘spesial’ sudah pasti sekretaris. Itu bila menjadi Ketua Sie sepertiku. Dan jangan lupa bersiap siaplah untuk selalu ditagih ‘selembar kertas’ setiap bulannya. Pasti ditagih. Pasti.
Lembar kertas itu bernama LPJ. Dan karena kertas itu ‘Tragedi Print’ terjadi padaku..
  
Itu terjadi di minggu ini. Ketika dengan santainya aku klik print di file LPJ, suara dret dret dret mengejutkanku dan ternyata kertas nya nyangkut. Kucoba berulang kali.  Lebih dari 7 kali-sepertinya lebih.
Aku butuh 6 lembar. Untuk 3 bulan. Dan hanya satu lembar yang berhasil. Hari berikutnya aku coba lagi dan mungkin karena saat itu aku mencoba bersabar dan sholat. Alhamdulillah, 5 lembar yang lain berhasil di-print.
Dan pagi ini aku dikejutkan bahwa LPJ ku bulan April belum kuserahkan. Dan terakhir penyerahannya kemarin. Tentang Print nya, tentu saja.. masih bunyi dret dret dret.
Aku buka mesinnya, dan aku coba membetulkannya. Tak peduli tinta-tinta hitam sudah menghiasi tanganku. Yang terpenting Printnya harus bisa. Apalagi progamku harus sudah terlaksanakan minggu depan. Dan itu harus di-print. Banyak.
Fourth Step
Kalau yang ini penutup dan kesan terakhir. Dari dulu aku sering berfikir aku ‘tidak terlalu dianggap’. Yah entah karena mereka yang terlalu sibuk atau aku yang terlalu baper untuk memikirkan hal itu.
Tapi argumen itu sudah hilang, apalagi setelah kemarin. Ketika aku menawarkan diri untuk membantu tugas OSIS, pada saat itu juga image ku tentang ketua MPK berubah. Dia itu friendly, nggak judes. Aku-nya aja yang takut mendekatinya.
                Yap, menjelang kepergianku nanti dari Al Falah, sudah banyak kenangan yang terbentuk karena aku ikut OSIS. Terimakasih untuk semua yang berperan dalam OSIS ini. Terimakasih banyak..